Rabu, 21 Juli 2021

Miliki IQ Tinggi Cenderung Peminat Teknologi

Bocah berusia 10 tahun, Mehul Garg, menjadi ‎orang termuda dalam satu dekade terakhir yang ‎mencatat skor tes IQ Mensa tertinggi.‎

Skor yang diraih Mehul mencapai 162, lebih tinggi ‎dari orang-orang genius seperti Albert Einstein dan ‎Stephen Hawking.‎

Di keluarganya, Mehul bukan satu-satunya yang ‎berotak 'encer'. Kakaknya yang berusia 13 tahun, ‎Dhruv, juga meraih skor maksimal 162 tahun lalu.‎

‎"Saya kadang masih tak percaya ... (saya merasa ‎punya) tanggung jawab yang sangat besar ‎mengasuh dua anak yang sangat sangat cerdas," ‎kata sang ibu, Divya Garg.‎

Divya mengatakan sepintas Mehul dan kakaknya, ‎Dhruv, tak berbeda dengan bocah kebanyakan.‎

‎"Mereka normal-normal saja. Tapi mereka punya ‎kemampuan analistis yang sangat menonjol, ‎senang sekali matematika, punya banyak ‎pertanyaan, selalu ingin tahu, ya sifat umum anak-‎anaklah," kata Divya dalam wawancara dengan ‎BBC.‎

Mehul juga sangat kompetitif. Setelah tahu ‎kakaknya meraih skor sempura tahun lalu, ia ‎memutuskan untuk mengikuti tes IQ ini.‎

‎"Ia ingin membuktikan tak kalah pintar dari ‎kakaknya," kata Divya kepada kantor berita PTI.‎

Mehul sendiri mengatakan senang bisa meraih ‎skor yang lebih baik dari Einstein dan Hawking, ‎dua ilmuwan masing-masing yang dikenal sebagai ‎penemu teori relativitas dan penulis buku sains ‎yang sangat populer A Brief History of Time.‎

‎"Tentu senang ... saya sangat suka membaca, ‎saya tahu banyak tentang mitologi India," kata ‎Mehul.‎

Ia juga mengatakan, "Ini soal bagaimana ‎memanfaatkan otak ... tak ada gunanya punya ‎otak tapi tak bisa memanfaatkannya dengan baik."‎

Skor sempurna mengantarkan Mehul menjadi ‎anggota Mensa, komunitas orang-orang ‎dengan otak brilian. Nilai 162 yang ia raih dua ‎poin lebih baik dari Einstein dan Hawking.‎

Saat ditanya tentang pekerjaan yang ia incar di ‎masa depan, Mehul mengatakan ingin bekerja di ‎perusahaan teknologi.‎


Sumber: berbagai sumber

Rabbani Berani, Radikal Media Promosi ‎

#Wirausaha

Gaya unik promosi

Saat isu deradikalisasi mencuat menjadi ‎perbincangan publik dan konsen pemerintahan ‎Jokowi saat ini, ada istilah radikal yang dilihat dan ‎dimanfaatkan sebagai sesuatu yang positif.‎

Adalah Rabbani yang kembali hadir dengan promo ‎bernuansa tren. Belum lama ini Rabbani ‎meluncurkan promo Rabbani Radikal. Radikal yang ‎dimaksud oleh Rabbani memiliki arti Rabbani ‎DIskon & hadiAh mobil.‎

Promo yang berlangsung selama November 2019 ‎ini berlaku untuk seluruh outlet Rabbani. Tak ayal, ‎Rabbani pun kembali diserbu pelanggan setianya. ‎Rabbani memang tidak pernah berhenti melakukan ‎promosi yang memberikan rasa ketagihan kepada ‎masyarakat. Demikian dilansir dalam rabbani.co.id.‎

‎“Ada hadiah mobil Honda Brio bagi pelanggan yang ‎beruntung. Ada kupon yang harus dikumpulkan ‎yang intinya makin banyak belanja, makin banyak ‎kupon, makin besar kesempatan mendapatkan ‎mobil Honda Brio bagi konsumen Rabbani,” ‎ungkap Rani yang dikutip oleh Pasundan Ekspres.‎

Hingga kini, Rabbani dikenal sebagai brand dalam ‎fashion yang membidik kalangan remaja puteri dan ‎ibu muda muslim, selalu up to date dari sisi mode. ‎Namun tetap mengusung syari nan stylish. ‎

Rabbani mengusung dan memanfaatkan isu utama ‎yang sedang terjadi untuk mendongkrak bisnis dan ‎aksesoris gaya hidup. Seperti masalah radikalisme ‎saat ini. Tidak sungkan, Rabbani mengambilnya ‎sebagai alat untuk mengarahkan image pasar.‎

Dalam hal bisnis, tren yang menjadi arus dipakai ‎dalam rangka mengetengahkan produk, sah saja ‎adanya. Image masyarakat yang terbawa oleh isu ‎utama, dimanfaatkan dengan menawarkan produk. ‎Sungguh pilihan tren yang cerdas dalam bisnis, ‎karena tidak mesti susah payah mengarahkan ‎image publik. Wow….. Luar biasa.***  ‎

Sumber: pasundanekspres.co dan rabbani.co.id

 

Selasa, 20 Juli 2021

Peduli Generasi Melek Teknologi, Sadari Kehidupan Sendiri

#Internet


Gejala terakhir yang dapat kita amati pada media ‎sosial, terutama Youtube maupun media publikasi ‎yang lain, belakangan ini ada pergeseran nilai, yang ‎hampir menghalalkan segala cara untuk meraih ‎kepuasan baik secara material maupun apresiasi ‎seperti pengikut, follower, subscriber atau apapun ‎namanya.‎

Praktek yang hampir menghalalkan berbagai hal itu, ‎nampaknya kurang memperhitungkan atau bahkan ‎mengabaikan nilai-nilai atau muatan apa yang ‎sebenarnya hendak disampaikan kepada publik.‎

Tulisan ini tidak bermaksud menghakimi atau ‎memberi penilaian miring pada sebuah komunitas, ‎perseorangan atau chanel tertentu, tetapi ingin ‎menjelaskan bahwa pola-pola bergaya seperti itu, ‎seolah menjadi lumrah dan hal biasa.‎

Padahal suka ataupun tidak, dirinya, keluarga, ‎lingkungan sekitar maupun masyarakat global ‎terkena dampaknya. Tatkala belakangan ini platform-‎platform video untuk publik terus melakukan upaya ‎penyaringan, dengan berbagai perubahan kebijakan, ‎tetapi karena derasnya serbuan kreator, anggap saja ‎begitu, konten-konten kurang layak, bahkan kurang ‎senonoh, masih saja memenuhi ruangan publik dunia ‎maya. ‎

Dampak terberat yang akan dihadapi oleh masyarakat ‎global tentu saja kalangan anak-anak. Sebab generasi ‎rentan itu, belum memiliki pondasi yang kuat, antara ‎mencari dan mencontoh apa yang mereka temukan ‎saat ini. Maka, tak heran bila apa yang terjadi pada ‎keadaan saat ini, dianggap oleh kelompok rentan itu, ‎sebagai norma yang wajar berlaku di masyarakat.‎

Begitu pula respon masyarakat terhadap kreasi ‎kurang etis itu. Masyarakat global memperlihatkan ‎perilaku yang lebih respon terhadap konten yang ‎mengumbar kesenangan dengan mempertontonkan ‎organ fisik sensitif, dan mengumbar emosi, termasuk ‎nge-prank. Bila dibandingkan dengan konten edukatif. ‎Atau bermuatan positif lainnya.  ‎

Respon itu dimanfaatkan oleh para kreator untuk ‎terus menyuguhkan secara eksploratif hal-hal yang ‎berkenaan dengan kecenderungan perilaku negatif ‎tadi. Alhasil, suguhan menu yang ditawarkan dan ‎tersaji di “meja makan medsos” menjadi semakin ‎menggila.‎

Fenomena ini memberi gambaran bahwa dalam ‎dinamika kehidupan sosial masyarakat, terutama ‎dalam pandangan kacamata media sosial, sekarang ‎ini, semacam ada penyakit psiko-sosial yang ‎mengidap pada kebanyakan diri kita.‎

Di sisi lain, masyarakat seluruhnya tentu memiliki ‎anggota keluarga, yang secara sadar harus menjadi ‎anggota masyarakat yang normal di kemudian hari. ‎Sehingga segala upaya pendidikan dan pembinaan ‎diproyeksikan untuk menjadikan mereka generasi ‎cemerlang dan berperadaban di masa yang akan ‎datang. Tetapi sisi-sisi kehidupan yang banyak ‎menyita perhatian masyarakat, justru sebaliknya. ‎Inilah ironi yang terjadi.‎

Nah, bila kecenderungan kurang wajar ini tetap ‎dipertahankan, alias masyarakat merespon hal-hal ‎negatif, tidak menghindarinya, sadar atau pun tidak, ‎justru kita telah membangun sebuah sistem ‎pengrusak untuk menghancurkan cita-cita yang lebih ‎mulia dan proses kehidupan generasi masa yang akan ‎datang.‎

Pada gilirannya, seolah kita sedang melepaskan diri ‎dari pertanggungjawaban akan akibat, atau dampak ‎dari segala hal konten negatif yang tersaji. Bahkan ‎memperkeruh suasana menghadapkan generasi ‎muda pada dilema psikologis yang berkepanjangan.‎

Dengan begitu, kita juga sedang melupakan bahwa ‎segala perjalanan kehidupan kita, akan menyisakan ‎bekas dan jejak-jejak. Setidaknya untuk urusan dunia. ‎Apalagi kalau dihubungkan dengan jejak-jejak yang ‎akan dipertanggungjawabkan di kemudian hari.‎

Intinya, persoalan ruang maya atau dunia internet ‎dan segala hal yang tersaji di dalamnya, tidak lebih ‎hanya media saja. Hakikatnya, apa yang terjadi pada ‎dunia maya dengan dunia nyata sama. Sama sebab, ‎akibat dan dampaknya. Bedanya hanya pada teknis, ‎karakter dan tipikal.‎

Jadi, ayo kita peduli generasi. Peduli akan konten ‎yang bernilai dan bermakna. Bukan sekedar ‎celotehan hampa.**‎

 

Senin, 19 Juli 2021

Cegah Bahaya, Arahkan Minat Anak Pada Komputer‎

#Komputer


Perkembangan komputer high end belakangan ini telah menjadi alat canggih yang dapat ‎dioptimalkan membantu berbagai keperluan manusia. Salah satu kecanggihan komputer adalah ‎sifat interaktifnya.‎

Karena sifatnya yang interaktif, ia menjadi alat kerja yang cenderung menarik bagi pemakainya, ‎serta tidak membosankan. Belum lagi berbagai kemampuan multi tasking yang mencengangkan. ‎Hal itu, semakin meninabobokan para pengguna, yang sulit beranjak dari tempat duduknya.‎

Bagaimana tatkala komputer dimainkan oleh anak-anak balita yang nota bene di bawah umur? ‎Apakah aman? Prinsip umumnya, tentu saja tidak diragukan. Aman. Tapi bagi anak yang belum ‎mengetahui ujung-pangkal komputer, perkakas ini justru akan menyebabkan ketagihan. Inilah ‎barangkali yang mesti diwaspadai oleh kita. Yakni, bagaimana kita sebagai orangtua atau yang ‎lebih dewasa, dapat mengarahkan mereka untuk mempergunakan perkakas itu secara tepat.‎

Bagaimana saja caranya? Nih, saya mencoba berbagi dengan teman-teman.‎

  1. ‎ Berikan kesempatan mereka bermain komputer dengan perjanjian atau kesepakatan dengan ‎kita. Misalnya tentang limit waktu main, umpama hanya 30 menit saja dalam 1 hari, atau ‎selambatnya hanya 60 menit perkali mereka menggunakannya.‎
  2. Beri penjelasan tentang aneka konten-konten yang dianggap berbahaya. Misalnya mewaspadai ‎hoax, ujaran kebencian atau lainnya. Tunjukkan konten yang sesuai dan berkenaan dengan anak, ‎yang mengandung unsur pendidikan. Bimbing bagaimana cara mengambil manfaat keunggulan ‎komputer dalam rangka mendukung kebutuhannya.‎
  3. Arahkan cara-cara penggunaan komputer aplikasi standar, misalnya untuk chatting, mengirim ‎email, membuka berita dan menggunakan jejaring populer, harus lebih dikuasai terlebih dahulu. ‎Tunjukan bahwa Anda juga menggunakan seperlunya, sesuai dengan kepentingan Anda, pada ‎akun pribadi misalnya. Sehingga, ia paham dan mendapat contoh positif cara memanfaatkannya.‎
  4. Pilihlah waktu penggunaan komputer yang tepat bagi anak kita. Misalnya tidak mengganggu ‎waktu belajar rutin, waktu makan, waktu istirahat dan waktu penting rutin lainnya. Jangan ‎dibiasakan menggunakan komputer menyita jadwal waktu lain. Terkecuali dalam keadaan sangat ‎darurat.‎
  5. Persilahkan anak memainkan komputer langsung dari tangan Anda. Atau didampingi langsung, ‎bila sudah memiliki komputer sendiri. Tunjukan trik-trik khusus penggunaan komputer yang ‎aman, misalnya tempat, kelengkapan, aksesoris dan aneka fasilitas kerja yang biasa Anda ‎gunakan saat kerja dengan komputer, tidak merusak dan menambah krodit saat kerja.‎
  6. Kurangi kebiasaan anak kita bermain komputer di rumah temannya. Lebih baik menggunakan ‎komputer kita sendiri. Agar pengawasan dapat berjalan optimal. ‎

Itulah sejumlah jurus yang dapat kita coba terapkan. Sejatinya hal-hal tadi, dapat mengarahkan ‎anak dalam mempergunakan komputer secara bijak, tanpa anak harus kehilangan kesempatan ‎menikmati lajunya perkembangan teknologi. Apakah Anda memiliki cara lain? Silahkan ‎berbagi.**


Minggu, 18 Juli 2021

Kreasi Koraci, Ubah Sampah Jadi Berkah

#Wirausaha


Salah satu jenis sampah kertas yang sering kita temukan di ‎rumah maupun perkantoran adalah kertas bekas yang ‎dihasilkan dari bekas kemasan suatu barang, bungkus atau ‎sesuatu yang habis ambil manfaat oleh kita. ‎

Di antara jenis kertas yang populer hampir selalu jadi ‎sampah ketika kita telah memakainya adalah kertas ‎buram/stensilan. Bagi netter yang berlangganan koran ‎harian, tentu sangat bersahabat dengan kertas koran, ‎buram atau stensilan. Ya, salah satu jenis kertas yang ‎dipakai oleh penerbitan koran untuk menjadi pilihan ‎bahan kertas korannya.‎

Kalau dalam sehari koran datang ke rumah, satu ‎eksemplar, dengan jumlah halaman 8-20 halaman, dengan ‎berat 0,2 kg dan setelah dibaca dibuang begitu saja, atau ‎dipakai untuk bungkus, maka lama-kelamaan tentu akan ‎menumpuk juga. ‎

Hal itu tentu menjadi persoalan tersendiri. Mungkin cukup ‎anda kumpulkan kemas dan jual kepada pengrajian ‎pengumpul atau pengepul barang bekas. Itupun sudah ‎lumayan. Tetapi barangkali kita dapat mencari pengolahan ‎yang lain, yang lebih kreatif dan produktif.‎

Emang sih, jenis sampah ini termasuk yang dapat diurai, ‎tetapi kalau jumlahnya melimpah, cukup mengganggu ‎pemandangan dan kenyamanan. Maka tentu saja harus ‎dicari aternatif pengolahannya.‎

Untuk kalangan sekolahan atau rumahan yang memiliki ‎anak sekolah, hal tersebut dapat dijadikan media untuk ‎melatih mereka menemukan sesuatu yang baru, dalam aksi ‎nyata, praktek di luar yang dipelajarinya di sekolah, berfikir ‎kritis dan menemukan sesuatu yang baru. Nah, harus ‎diperbuat dalam karya seni rupa, contohnya.‎

Karya “koraci” dimaksudkan untuk menyebut hasil karya ‎karya seni rupa dengan menggunakan efek tambahan ‎berupa media kertas koran (buram) dan tepung kanji/sagu, ‎aci orang Sunda menyebutnya (perekat yang bahan ‎dasarnya ketela pohon (singkong, sagu) atau bisa juga dari ‎pohon kawung.‎

Intinya menggunakan media koran (bekas) dan perekat ‎tradisional aci. Koraci karya seni rupa tiga dimensi /relief ‎dengan menggunakan media koran dan aci ‎dicampuradukan.  Karennya, koraci sebetulnya kreasi ‎pemilihan media untuk cara menutup ruang kreasi dengan ‎pemberian efek tekstur menggunakan original kertas ‎bercampur aci.‎

Penggunaan koraci dipakai juga oleh pengrajin seni bangun ‎atau kerajinan gerabah, karena biasanya digunakan dalam ‎teknik menghiasi model hasil karya bangun, atau campuran ‎bahan untuk memberi efek bercak dan ketahanan hasil ‎karya.‎

Proses Kreasi Karya Seni ‎

Proses pembuatan aneka karya seni rupa berbahan koraci, ‎dapat disesuaikan dengan keinginan para netter. Namun ‎untuk menghasilkan karya yang tidak sepele, ada baiknya ‎dipertimbangkan tahapan sebagai berikut:‎

  • Sebelum dimulai, persiapkanlah kertas koran ‎buram/stensilan, usahakan hanya jenis buram saja, ‎sekitar 0,5 kg, aci atau tepung sagu sebanyak 0,2 kg, ‎air dalam ember 5-10 liter, atau secukupnya sesuai ‎kebutuhan, sket gambar pada kertas tebal/triplek atau ‎bahan padat pipih lain, ditambah perangkat alat ‎masak berupa kompor, susur, dan perkakas masak ‎lain.‎
  • Rendamlah kertas pada air bersih, dengan diremas-‎remas sebelumnya, selama minimal 48 jam. Ini untuk ‎menghancurkan kertas, menjadi basah, memudar, ‎sehingga menjadi cair, berupa bubur kertas. ‎
  • Satu jam terakhir (jam ke-47), siapkan aci dan kompor. ‎Nyalakan kompor, lalu tuangkan kertas ke tas wajan, ‎dimasak campur dengan air (sesuai kebutuhan),  ‎diaduk pakai susur hingga merata.‎
  • Setelah diperkirakan rata komposisi aci, air dan kertas, ‎angkat, atau biarkan dalam tungku api sangat kecil.‎
  • Tuangkan koraci pada sket gambar yang sudah ‎dipersiapkan, langsung dengan tangan. Ikuti batas ‎sket gambar secara merata. Atur sesuai kreasi anda ‎dan buatlah aneka ide, konsep dan keinginan untuk ‎efek, tekstur, bentuk, warna dan kreasi tiga dimensi ‎anda.‎
  • Tunggu hingga kering, atau jemur, untuk ‎mempercepat pengeringan. Pastikan rekatan paten ‎dan mantap.‎

Optimalisasi Sentuhan Akhir Karya

Untuk memberikan daya tawar dalam hasil karya kita, ‎berilah sentuhan akhir yang meyakinkan, antara lain ‎pilihan sebagai berikut:‎

  • Pilihlah sket gambar, simbol atau aneka kreasi dua ‎dimensi lain, minimal ketebalan atau kerenggangan ‎objek antar garis sisi 4 mm.‎
  • Perhatikan durasi waktu pembuatan, jangan biarkan ‎koraci cepat mengering. Bisa gagal total brow.‎
  • Gunakan media kertas tebal (minimal 3 mm) untuk ‎dasar sket, atau menggunakan media padat lain, ‎seperti triplek, kaca, seng, atau media keras lain, ‎untuk penempelan koraci.‎
  • Dimensi ketebalan koraci sesungguhnya relatif, 2-5 ‎mili meter dapat dicoba.‎
  • Alat untuk perekatan lebih baik bila cara penempelan ‎pada media, menggunakan sendok, garpu makan atau ‎alat lainnya. ‎
  • Teknik pembuatan dapat memilih salah satu atau ‎kombinasi : finger (jari tangan), touch (toel), Press ‎‎(tekan), Cantol (tempel), Gores dan Multi (kombinasi).‎
  • Berikan sentuhan pewarnaan yang kontras untuk efek ‎dinamis. Selain untuk tampilan juga untuk membuat ‎daya tahan media terjaga. Dapat juga sentuhan akhir ‎karya dengan penggunaan vernis atau cat bening, ‎untuk menutup semua area objek kreasi.‎
  • Pengeringan harus optimal dalam terik matahari, agar ‎kualitas karya menjadi baik dan tahan lama. Hindari ‎kelembaban dalam jangka lama dan cipratan air, hal ‎itu akan mempercepat tumbuhnya jamur. Terutama ‎untuk karya warna original, tanpa pewarnaan ‎tambahan.‎
  • Kombinasikan dengan penambahan media lain untuk ‎keragaman karya, seperti tempelan pasir, batu, kaca, ‎daun, ranting, akar atau lainnya. Sehingga menghasil ‎kreasi seni rupa yang memberi efek imajinasi yang ‎dinamis bagi para pengapresiasi.‎

Selamat mencoba.**‎


Ibu-ibu, Pelaku Usaha Lokal Potensial

#Wirausaha


Ibu-ibu rumah tangga relatif memiliki keluangan ‎waktu yang lebih banyak di rumah, dibandingkan ‎dengan bapak-bapak kepala rumah tangga, yang ‎melakukan aktivitas kerja profesional ataupun ‎pengusaha.‎

Ibu-ibu dengan kondisi hanya fokus mengurusi rumah ‎tangga, tentu saja banyak menghabiskan waktu di ‎rumah masing-masing. Amat berbeda dengan ibu-ibu ‎yang turut terlibat mengembangkan karir sebagai ‎pegawai, misalnya.‎

Karena itu, ibu-ibu rumah tangga lebih banyak waktu ‎luang bersama keluarga di rumah, untuk diisi oleh ‎aktivitas pemenuhan produk kebutuhan rumahan, ‎sekaligus dijadikan peluang usaha rumahan sebagai ‎kreativitas usaha tambahan, selebihnya dari ‎kebutuhan sendiri.‎

Pilihan jenis usaha dan garapannya juga dapat ‎dilakukan penyesuaian dengan kebutuhan rutin atau ‎kebutuhan yang langsung dirasakan oleh mereka, ‎sebagai ibu rumah tangga. Misalnya kueh-kueh ‎lebaran, cemilan, makanan kering, atau mungkin ‎makanan pokok, gak masalah. Ini sekaligus semacam ‎survei untuk menjawab kebutuhan pasar.‎

Dalam pelaksanaan usahanya pun dapat melakukan ‎sharing dengan sesama ibu-ibu rumah tangga yang ‎lain, baik pengembangan kelompok usaha, ‎penyerapan tenaga kerja, pemasaran produk, dan ‎melakukan pemilihan jaringan usaha.‎

Dan uniknya, ibu-ibu dapat melakukan saling ‎menunjang komoditi usaha masing-masing yang ‎saling mereka butuhkan, di antara kebutuhan ‎keluarga yang beraneka ragam. Sebagai contoh ibu A ‎membuat kue A, ibu B membuat kue B, dan ‎selanjutnya. Namun fokus pada satu jenis saja, yang ‎dianggap paling dikuasai dan sesuai minat masing-‎masing. Lalu, mereka saling memenuhi kebutuhan ‎antara mereka dari sesama.‎

Ada sejumlah catatan untuk pembangunan usaha ‎dalam kelompok ini, misalnya melakukan komitmen ‎yang secara bersama-sama dilakukan untuk maju ‎bersama. Komitmen saling percaya, pertemuan rutin ‎berkala sebagai wahana curah gagasan, ‎pengkoordinasian yang baik, serta saling memajukan.‎

Pada saatnya, tatkala tiap kelompok maju ‎berkembang, akan membawa pada situasi skala lain ‎yang lebih luas. Misalnya, dapat memajukan ‎kampung, pemukiman, kompleks perumahan, desa, ‎kecamatan, dan daerah mereka. Atau ukuran lainnya. ‎Sehingga terwujud, misalnya kampung pengusaha ‎kueh A, atau lain sebagainya.‎

Komitmen juga harus diupayakan solid, untuk ‎memajukan produk IRT yang bermutu dan berdaya ‎saing tinggi. Hal ini, otomatis akan mampu ‎mengangkat harum nama kelompok mereka.  ‎Sekaligus menjadi alasan perlunya pendampingan ‎oleh pemerintah, pada kemudian hari. ‎

Dengan demikian, maka berbagai program ‎pemerintah untuk pemberdayaan sosial, tidak mesti ‎diminta lagi, akan berjalan otomatis. Mereka (pihak ‎berwenang) akan memperhatikannya, apabila hal-hal ‎pencapaian prestasi pemberdayaan IRT lokal sudah ‎terbentuk. Bahkan, jangan heran, acapkali dijadikan ‎sebagai kebanggaan daerah tersebut, oleh semua ‎komponen masyarakat.***‎

 

Jumat, 16 Juli 2021

Produk Laptop HP yang Aman di Kelas Menengah


HP (Hewlett Packard). Ketika mendengarnya, bagi saya ‎yang terbayang, juga mungkin juga sama dengan yang ‎dirasakan oleh para peminat dan pecinta teknologi, ‎adalah mesin pencetak data. Atau printer. Karena ‎perusahaan besutan asal Amrik ini sangat concern ‎terhadap produk super unggul dalam spesialisasi ‎printer pada awalnya. Dan menjadi brand yang luar ‎biasa mampu menguasai pasar.‎
Apalagi untuk produk-produk kebutuhan pencetakan ‎spesial, yang berbasis laser, seperti kebutuhan kerja ‎fotografer profesional, desainer, pre printing, dan ‎aneka kebutuhan olah gambar yang high quality, maka ‎sudah sangat populer, printer HP adalah jagonya. Era ‎tahun 1990-an tidak ada tandingnya. ‎
Dasa warsa berikutnya, pergantian milenium, ‎perusahaan yang dikomandoi oleh pemiliknya Bill ‎Hewlett dan Dave Packard, melebarkan sayap dengan ‎mengeluarkan produk kebutuhan lain seperti: Desktop, ‎Laptop, Monitor, dan aneka produk aksesoris. Dalam ‎hal kualitas, pelebaran sayap itupun, ternyata mampu ‎menyaingi para pendahulunya dalam menguasai pasar ‎untuk produk-produk tersebut.‎
Menganalisa aneka produk yang dikeluarkan oleh HP, ‎dengan kecenderungan persaingan produk dari ‎berbagai merk yang beredar, ada kecenderungan HP ‎melakukan gaya dengan bermain aman dalam hal ‎pemilihan pangsa pasar. Maka, tentu saja akselerasi ‎dan penetrasi produk yang dilempar ke pasaran tidak ‎akan sesukses produksi unggulan printernya.‎
Sebagai bagian dari konsekuensi rebutan pasar dan cari ‎aman ini, maka produk-produk HP, khususnya jenis ‎Laptop, generasi sebelum high end, fokus pada pasar ‎dengan kemampuan ekonomi menengah ke bawah. ‎
Sebagai contoh, Laptop dengan spesifikasi: Processor: ‎AMD E2-9000e; RAM: 4GB DDR4; Kapasitas ‎Penyimpanan (HDD): 500 GB; Kartu Grafis: Integrated; ‎Sistem Operasi: Free DOS3349000, seharga 3 jutaan, ‎adalah strategi yang dipilih dalam rangka mengejar ‎kemampuan pasar mempertimbangkan produknya. ‎Walau belakangan ini, Laptop tersebut bukan high end, ‎namun mampu menjembatani kebutuhan komputer.‎
Karenanya, untuk kalangan pelajar, mahasiswa, ‎pemakai umum kebutuhan standar, terutama pasar di ‎Indonesia, nampaknya akan sangat tergiur dengan ‎tawaran spesifikasi ini. Sebab, aneka spesifikasi itu ‎sudah sangat menguntungkan bagi para pengguna ‎dengan bidikan utama kebutuhan dasar komputasi dan ‎iming-iming kemampuan gaming yang mumpuni.‎
Bundle ini merupakan produk pertengahan yang dapat ‎diandalkan. Harga tersebut berbading dengan ‎kemampuan para pelajar dan mahasiswa yang ‎menggeluti ilmu pengetahuan dan memerlukan alat ‎bantu Laptop standar dan plus spek game yang dapat ‎diandalkan.‎
Kendati demikian, HP selalu melakukan melakukan ‎modifikasi sistem dan menjaga kualitas dengan ‎peluncuran berbagai produk yang telah teruji. ‎Kekuatan utama Laptop HP dalam hal kinerja prosesor ‎yang tangguh, keyboard laptop yang tahan, serta ‎dukungan driver yang populis.‎
Track record HP sejauh ini, mampu bertahan dalam ‎persaingan yang semakin ketat, pada dunia teknologi. ‎Terobosan produknya acapkali mampu memberikan ‎layanan yang prima, sehingga untuk urusan mutu tidak ‎mengecewakan costumer-nya.***‎